
TribunHalmahera.com - Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Halmahera Selatan (Hal-Sel), Provinsi Maluku Utara, menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu nasional maupun informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Jum'at, 16/10/2026
Seruan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian DMI Hal-Sel terhadap pentingnya menjaga stabilitas daerah di tengah derasnya arus informasi, khususnya melalui media sosial. DMI menilai, informasi yang tidak jelas sumber maupun kebenarannya berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan bahkan dapat memicu konflik sosial apabila tidak disikapi secara bijak.
Selain mengajak masyarakat menjaga kondusivitas daerah, DMI Kabupaten Halmahera Selatan juga menegaskan komitmennya untuk mendukung berbagai program pembangunan dan kebijakan pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, sepanjang program tersebut diarahkan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung Ketua DMI Kabupaten Halmahera Selatan, Nasarudin Kausaha, S.IP., seusai mengikuti dialog publik yang berlangsung di Kampus Universitas Nurul Hasan (UNSAN), Desa Wayamiga, Kecamatan Bacan Timur, Kamis (15/10/2026).
Nasarudin mengatakan, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan kedamaian daerah. Karena itu, setiap warga diharapkan tidak terburu-buru mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial memang memberikan kemudahan bagi masyarakat memperoleh informasi. Namun, di sisi lain, ruang digital juga dapat menjadi sarana penyebaran berita bohong, provokasi, maupun narasi yang berpotensi memecah persatuan.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Halmahera Selatan agar tetap tenang, menjaga persatuan, dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang memecah belah. Mari kita bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, damai, dan kondusif,” ujar Nasarudin.
Masjid Jadi Pusat Pembinaan dan Penguatan Persatuan
Nasarudin menjelaskan, menjaga stabilitas keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan. Seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, pemuda, serta pengurus masjid memiliki tanggung jawab moral untuk menciptakan suasana yang aman dan harmonis.
Dalam konteks tersebut, DMI Halsel mendorong masjid agar tidak hanya dipandang sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan penguatan nilai-nilai persaudaraan.
Masjid, kata dia, memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran masyarakat, memperkuat ukhuwah, menumbuhkan sikap toleransi, serta mendorong masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah. Masjid juga menjadi tempat membangun persaudaraan, memberikan pembinaan kepada umat dan memperkuat kepedulian sosial. Karena itu, kita harus menjadikan masjid sebagai salah satu pusat untuk memperkuat persatuan masyarakat,” jelasnya.
Ia menilai, stabilitas keamanan merupakan salah satu prasyarat penting bagi keberlangsungan pembangunan. Program pemerintah di berbagai sektor, mulai dari pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat, membutuhkan kondisi daerah yang aman dan kondusif.
Karena itu, DMI Hal-Sel menyatakan siap mengambil bagian dalam membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah serta berbagai elemen lainnya.
“DMI Halmahera Selatan siap bersinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, serta elemen masyarakat lainnya. Kami mendukung penuh setiap program dan kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Halmahera Selatan,” tegas Nasarudin.
Berbeda Pendapat Bukan Alasan Memecah Persatuan
Lebih lanjut, Nasarudin mengakui bahwa perbedaan pandangan maupun pendapat merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat dalam negara demokrasi.
Namun, perbedaan tersebut menurutnya harus disampaikan secara santun, konstruktif dan bertanggung jawab. Jangan sampai perbedaan pendapat justru berkembang menjadi permusuhan, provokasi, ataupun tindakan yang mengganggu ketertiban umum.
Ia mengajak masyarakat untuk menyampaikan kritik dan aspirasi melalui jalur yang tepat serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
“Perbedaan pendapat itu merupakan sesuatu yang wajar. Tetapi jangan sampai perbedaan tersebut membuat kita saling bermusuhan dan merusak persatuan. Kritik boleh, menyampaikan aspirasi juga merupakan hak masyarakat, tetapi harus dilakukan dengan cara yang baik dan tidak menimbulkan kegaduhan,” katanya.
DMI Halsel juga mengajak seluruh pengurus masjid, imam, khatib, tokoh agama dan masyarakat untuk ikut memberikan edukasi kepada jamaah agar tidak mudah terpengaruh informasi yang bersifat provokatif.
Menurutnya, mimbar masjid dapat menjadi ruang untuk menyampaikan pesan-pesan perdamaian, persaudaraan, kepedulian sosial serta pentingnya menjaga keutuhan masyarakat.
Di akhir pernyataannya, Nasarudin kembali mengajak seluruh masyarakat Halmahera Selatan untuk mengedepankan semangat ukhuwah, toleransi dan gotong royong.
Ia berharap masyarakat tidak mudah terpecah hanya karena perbedaan pilihan, pandangan maupun informasi yang belum tentu benar.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga Halmahera Selatan tetap aman dan damai. Pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat, begitu juga masyarakat membutuhkan pemerintah. Mari kita saling menguatkan, menjaga persaudaraan dan bersama-sama mengawal pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Redaksi: wan

Komentar